Tampilkan postingan dengan label seni tari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni tari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

NILAI ESTETIK TARI TOPENG




Assalamualaikum wr.wb halo teman-teman semuanya! Kali ini kita bakal ngebahas apa aja sih nilai estetika dari tari topeng ini...
mau tau? Yuk kita baca...

Topeng merupakan benda yang dipakai di atas wajah. Pada umumnya topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah yang melambangkan nilai-nilai penghormatan, sesembahan atau memperjelas watak serta karakter dalam mengiringi kesenian. Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman prasejarah. Secara luas digunakan dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur.
Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Pada masa modern saat ini topeng merupakan salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, namun sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit diterjemahkan dengan bahasa logika.
Sama halnya dengan topeng Cirebon Jawa barat, terbuat dari kayu hasil bumi hutan Cirebon seperti kayu pule dan kayu sengon yang memiliki kriteria lunak dalam pengerjaannya awet dan kuat, akan tetapi harus membutuhkan ketekunan, ketelitian yang tepat, serta waktu yang cukup dalam proses penciptaannya. Secara turun temurun kerajianan khas topeng Cirebon yang merupakan hasil kebudayaan Kota Cirebon tidak hanya dipandang sebagai kedok, topeng atau penutup wajah. Sejarah menunjukkan kemunculan seni karya Topeng Cirebon di mulai pada masa kesultanan Cirebon yang bermuatan seni bernafaskan ajaran agama islam dan dipergunakan untuk kepentingan dakwah.
Menurut literatur, Topeng Cirebon merupakan gambaran sangat puitik mengenai hadirnya alam semesta serta umat manusia. Sang Hyang Tunggal yang merupakan ketunggalan mutlak tanpa pembedaan, berubah menjadi keanekaan relatif yang sangan berbeda-beda sifatnya.
Topeng Cirebon pada awalnya berpusat di Keraton-keraton, kini tersebar di lingkungan rakyat petani pedesaan. Dan seperti umumnya kesenian rakyat, maka Topeng Cirebon dengan cepat mengalami transformasi. Proses transformasi itu berakhir dengan keadaan yang terjadi pada saat ini, yakni berkembangnya berbagai gaya Topeng Cirebon seperti, Losari, Selangit, Kalianyar, Kreo, Palimanan serta berkembang di pelosok-pelosok Kecamatan Klangenan, Plumbon, serta Arjawinangun.
Topeng Cirebon dikenal sebagai Panca Wanda (Lima Rupa) yang merupakan alat bantu Tarian Topeng Cirebon. Berdasarkan kepercayaan dari sejarah dan budaya Cirebon, Topeng Babakan Lima Wanda memiliki fakta-fakta yang dapat diukur dengan pendekatan spiritual dan sifat-sifat manusia di Cirebon, sehingga di dalamnya memiliki muatan makna keilmuan yang dimiliki oleh peradaban budaya asli Cerebon seperti yang pernah kita bahas sebelumnya... pada masing - masing topeng memiliki arti dan makna yag berbeda - beda.
Simbol yang kuat dalam karekter penciptaan Topeng Cirebon adalah bentuk nyata dari ragam penciptaan semesta berdasarkan kepercayaan Indonesia purba dimasa peradaban Hindu-Budha-Majapahit, yang mampu memahami segala bentuk dari ciptaan adalah bagian atau pancaran dari Sang Hyang Tunggal, yang telah menyempurnakan umat manusia di muka bumi ini. Secara khusus, Topeng Cirebon membangun pahamisme dari diri manusia itu sendiri tentang gambaran yang sangat puitik, dari hadirnya alam semesta serta umat manusia. Kemudian ditangkap oleh akal manusia bahwa, Sang Hyang Tunggal yang merupakan ketunggalan mutlak tanpa pembedaan, berubah menjadi keanekaan relatif yang sangat berbeda-beda sifatnya, bergerak lambat dan pasti mampu menghasilkan kolaborasi seni dari rupa berkarakter unsur kemanusiaan, yang tersusun dari kerajianan seni berbentuk topeng yang dikenal saat ini dengan penggambaran yang sangat menarik.

Implementasi nyata yang dikembangkan dalam dimensi Topeng Cirebon yang dikomunikasikan kepada masyarakat adalah dengan menggunakan media pendukung seperti olah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu, diiringi oleh tetabuhan atau bunyi-bunyian, dan disebut musik sebagai pengiring gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan oleh para penari. Ekspresi tari yang terbalut dengan karakter penokohan topeng menjadi alat utama komunikasi untuk menyampaikan pesan sakral dan yang mampu menjiwai diseluruh benak para penikmat seni olah gerak tari topwng ini.

Rekontruksi Topeng Cirebon dilihat dari kacamata sejarah dan budaya, tidak terlepas dari unsur kesenian tari. Dapat dipastikan bahwa, serpihan-serpihan tarian yang saat ini ada dan dipadukan dengan konteks budaya munculnya tarian tersebut. Konteks budaya Topeng Cirebon tentu tidak dapat dikembalikan pada budaya Cirebon sendiri yang sekarang. Artinya gerakan tari bermuatan dari unsur karakter penokohan yang terdapat dalam penjiwaan bentuk topeng tersebut sehingga, simbol yang memadukan unsur tari dan seni musiknya tidak terlepas dari dimensi keharmonisasian wajah topeng yang di komunikasikan kepada publik diatas pentas seni khasa kecirebonan.

Tari Topeng Cirebon adalah tarian ritual yang amat sangat sakral. Bukanlah sebuah hiasan semata saja ataupun sekedar tontonan maupun hiburan rakyat tapi, berdasarkan catatan kitab-kitab lama seperti Babatan Jawa menjelaskan bahwa dimana ketika seni tari di pertunjukanan didalam ruang terbatas yang disaksikan saudara-saudara perempuannya di kalangan bangsawan kerajaan, dan untuk menarikan topeng ini diperlukan pula laku puasa, pantangan, semedi, yang sampai sekarang ini masih dipatuhi oleh para dalang topeng di daerah Cirebon.

Sejak terciptanya Tari Topeng Cirebon, dimasa lalu menjadi salah satu tarian yang sangat langka, karena Seni tari ini adalah warisan pada zaman Kerajaan Cirebon yang sering dipentaskan di kerajaan, Penari dan penabuh gamelan hidup berkecukupan karena ditanggung oleh kalangan bangsawan atau kerajaan.

Namun, di zaman modernisassi saat ini, kesenian khas kota Cirebon terwariskan secara alamian dan tu.topeng Cirebon ini, telah mampu membangun sistem ekonomi kelompok seni yang telah menguasai seni keceribonan secara menyeluruh dan diperkuat dengan adanya tingkat kesadaran masyarakatnya yang tinggi akan menjunjung harkat derajat serta martaban dari peradaban seni budaya lokal khas Cirebon ini. Hingga kini seni Tari Topeng Cirebon mulai dikenal diseluruh penjuru tanah Pasundan, khususnya wilayah Utara Jawa Barat. Pengembangan seni budaya terus digiatkan oleh sinergi berkuatan dari Pemerindah Daerah (pemda) Kota Cirebon (Agus Sukmadi).

Wassalamualaikum wr.wb
Terimakasih telah membaca teman-teman :)

Minggu, 15 Desember 2019

PROSES PEMBUATAN TOPENG



Assalamuaalaikum wr.wb
Hallo teman – teman balik lagi nih sama kita jangan bosen – bosen yah! Kali ini kita bakal bikin artikel tentang proses pembuatan topeng itu sendiri yuk kita baca...

Topeng Cirebon adalah topeng yang terbuat dari kayu yang cukup lunak dan mudah dibentuk namun tetap dibutuhkan ketekunan, ketelitian yang  sangat tepat,  serta membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam proses pembuatannya loh.  Bahkan ada juga seorang pengrajin yang sudah ahli pun untuk membuat satu topeng membutuhkan waktu hingga memakan waktu sampai  satu hari, menurut keterangan dari Ki Kandeg (ahli pembuat topeng Cirebon) pada masa lalu kayu yang biasa digunakan untuk pembuatan topeng adalah kayu Jaran, kayu Waru, kayu Mangga dan kayu Lame. Topeng ini biasanya digunakan untuk kesenian-kesenian yang berhubungan dengan kedok ( bahasa Indonesia : topeng ) diantaranya adalah kesenian tari Topeng khas Cirebon. Topeng Cirebon ini dibuat oleh seorang ahli kedok yang cukup mumpuni, biasanya keahlian para ahli kedok berkembang seiring dengan perkembangan kesenian-kesenian yang berhubungan dengan kedok tersebut dimana keahliannya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Salah satu ahli pembuat kedok atau topeng yang terkenal diantaranya adalah Ki Waryo putera dari maestro kesenian Cirebon Ki Empek.

Filosofi topeng Cirebon

Topeng dalam filosofi kebudayaan Cirebon tidak hanya dipandang sebagai kedok atau topeng  dalam artian penutup wajah, namun topeng juga dipandang sebagai hiasan yang dipasang menempel pada bagian depan sorban atau biasa disebut juga sebagai penutup kepala,  hal tersebut terbukti dengan adanya ungkapan di masyarakat Cirebon yang berbunyi ketop-ketop gopeng yang memiliki arti hiasan pada bagian depan sorban yang dibenarkan oleh mimi Wangi Indriya (maestro tari Topeng Cirebon gaya Tambi).

Sejarah topeng Cirebon

Pada masa awal munculnya kesenian topeng khas Cirebon terutama pada masa kesultanan Cirebon kesenian yang berkaitan dengan topeng atau kedok merupakan kesenian yang bernafaskan Islam karena digunakan sebagai sarana dakwah dalam penyiaran agama Islam.
Topeng pada masa kesultanan Cirebon
Pada masa kekuasaan Sunan Gunung Jati di kesultanan Cirebon kesenian topeng dikaitkan dengan sarana dakwah Islam,  Sunan Gunung Jati melakukan pendekatan-pendekatan yang persuasif dengan masyarakat daerah sekitar  salah satunya adalah dengan kesenian Topeng Cirebon.
Pada masa yang sama atau pada tahun yang sama, Sunan Kalijaga juga membantu penyebaran dakwah Islam dengan menggunakan kesenian tari  topeng Cirebon,  menurut para ahli budayawan Cirebon Toto Suanda, Sunan Kalijaga mengajarkan kepada murid-muridnya yaitu Pangeran Bagusan, Ki buyut Trusmi dari desa Trusmi, kecamatan Plered, kabupaten Cirebon dan Pangeran Losari tentang kesenian topeng Cirebon, dari merekalah kemudian kesenian tari topeng Cirebon menyebar ke berbagai wilayah seperti wilayah Indramayu, Majalengka dan wilayah-wilayah lainnya yang kemudian berkembang menjadi pelengkap penampilan dari gaya-gaya tari Topeng Cirebon.

Cara Pembuatan topeng khas Cirebon



Langkah-langkah pembuatan topeng Cirebon adalah sebagai berikut:

1. Kayu gelondongan atau kayu yang masih utuh dan sudah dipotong – potong dibentuk menjadi bentuk segitiga  dan dihaluskan permukaannya
2. Mulai dipahat sedikit demi sedikit terutama untuk peletakan bagian - bagian wajah seperti mata, pipi, dan bibir. Jangan lupa  bagian hidung harus lebih timbul dari bagian lainnya.
3. Setiap permukaan wajah mulai dibentuk dengan menggunakan alat ukir seperti pahat
4. Setelah bentuk mulai  cukup rapih, kemudian seluruh permukaan wajah diolesi oleh cat dasar,  kemudian diamplas.
5. Diamkan cat hingga cat mulai mengering, jika cat  mulai kering,  langkah selanjutnya adalah mulailah bentuk wajah topeng itu  dan didandani dengan menggunakan cat warna.  Tentu saja disesuaikan dengan jenis topeng yang ingin dibuatnya.

Semua jenis topeng yang di buat ini akan dikenakan pada saat pementasan tari topeng khas daerah Cirebonan yang diiringi dengan alat musik  gamelan.

Jenis –jenis Topeng Cirebon yang paling pokok atau paling utama ada lima yang disebut juga Topeng Panca Wanda yaitu sbb:

1. Topeng Panji
Topeng Panji yang berwarna putih bersih ini melambangkan kesucian bayi yang baru lahir.
2. Topeng Samba (Pamindo)
Topeng Samba ini  menggambarkan topeng anak-anak yang berwajah ceria, lucu, dan lincah
3. Topeng Rumyang
Topeng Rumyang ini wajahnya menggambarkan seorang remaja
4. Topeng  Tumenggung atau Patih
Topeng ini menggambarkan orang dewasa yang berwajah tegas, berkepribadian, serta bertanggung jawab
5. Topeng Kelana ( Rahwana )
 Topeng Kelana ini topeng yang menggambarkan seseorang yang sedang marah
Menurut Hasan Nawi, salah seorang pengrajin topeng Cirebon dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia seperti mengenakan topeng, misalnya saja pada saat marah seperti sudah mengganti topeng berwajah ceria dengan topeng kemarahan. Kalau ada orang dewasa yang sikapnya kekanak-kanakan maka ia seperti sedang mengganti topeng dewasanya dengan topeng anak-anak.

Selain lima topeng yang ada biasa ditampilkan, menurut Ki Waryo (seorang maestro tari Topeng Cirebon gaya Palimanan ) pada masa lalu didalam gaya Palimanan juga dipentaskan tarian Ratu Kencana Wungu yang dibuktikan dengan keberadaan topeng ini yang tersimpan pada dalang tari Topeng Cirebon gaya Palimanan.

Proses pembuatan topeng Kencana Wungu:
Proses Awal pembuatan topeng Kencana Wungu oleh Ki Waryo ( seorang ahli pembuat topeng sekaligus maestro tari Topeng Cirebon gaya Palimanan ) dengan bahan baku dari kayu Jaran.

Pewarisan keahlian
Pewarisan keahlian dari pembuatan topeng khas Cirebon ini biasanya dilakukan secara turun temurun dari generasi tua ke generasi muda yang sudah berjalan selama ratusan tahun dan ada pula proses pewarisan keahlian yang dilakukan dengan cara bertahap seperti  pembelajaran dari guru kepada muridnya.

Tukang kedok

Ki Sujana Priya salah satu seorang seniman dari beberapa tukang kedok (bahasa Indonesia : ahli pembuat topeng) di Cirebon, beliau mengatakan jika  keterampilan membuat kedok beliau pelajari dari Ki Kandeg sekaligus sebagai seorang pelaku Wayang Wong gaya khas daerah Cirebon.
Ki Waryo, putera dari Ki Empek ( atau yang biasa disebut maestro kesenian daerah Cirebon ). Ki Waryo mewarisi bakat dari keluarganya sebagai seorang seniman multitalent kesenian di Cirebon,  salah satu dari keahlian Ki Waryo adalah membuat kedok khas daerah Cirebon.

Tentunya membuat sebuah karya seni seperti topeng butuh keahlian dan ketelitian yang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatannya. Jadi teamn – teman tidak sembarang orang yang dapat melakukan pembuatan topeng ini yah.. perlu keahlian khusus.

Bagaimana nih ... informasi dari artikel yang kita sajikan ini? Cukup menarik bukan ... sekian dulu yang dapat kita informasikan mengenai topeng khas daerah cirebon ini yah... mohon maaf jika ada salah- salah dalam penulisan atau hal – hal yang tidak sesuai. Terimakasih telah membaca! :)

Wassalamualaikum Wr.Wb

FILOSOFI TOPENG DI CIREBON


               FILOSOFI TOPENG DI CIREBON

Assalamualaikum wr.wb teman-teman! Balik lagi nih sama blog kita, Kali ini kita bakal ngebahas tentang aneka ragam jenis Topeng pada Tari Tradisional tari topeng ini. Selamat membaca!..

Kesenian Tari Topeng Cirebon merupakan salah satu warisan budaya dan sejara di Kawasan atau daerah sekitaran pintura. Di Cirebon tari topeng memiliki dua varian, yaitu Topeng Babakan Lima Wanda dan Topeng Lakon. Lazimnya berbagai daerah di Nusantara, Cirebon juga memiliki tarian tradisional yakni tari topeng yang memiliki berbagai jenis dengan keunikannya dan makna yang terkandung di dalmanyya pada setiap masing-masing tarian.
Topeng sendiri sebenarnya memiliki makna atau simbol dari perjalanan hidup manusia jadi jenis-jenisnya itu maknanya sbegai perjalanan hidup
Berikut ini ragam jenis Topeng pada Tari Topeng Cirebon yang kini mulai langka loh…
1. Topeng Panji
Topeng Panji ( Mapan Ingkan Siji ) atau yang berarti  senantiasa bergantung pada sang pencipta hingga kematian seseorang itu tiba ) .
Tarian ini melambangkan kesucian anak yang baru lahir, putih, bersih, tabularasa ibarat bayi yang baru lahir. Warna pada topeng panji ini adalah putih polos serta hanya terdapat mata, hidung, mulut tanpa guratana lainnya hingga pakaian juga berwarna serba putih, seperti kata pepatah yang mengatakan jika semua orang atau manusia terlahir bagai selembar kertas putih, bersih tanpa noda sekecil apapun.  Gerakan pada tari topeng ini sangatlah hemat, sederhana dan tenang meskipun tarian tari topeng panji ini diiringi denagn suara alat musik yang penuh dengan dinamika. Tari topeng panji ini juga memiliki makna juga loh yaitu tarian yang menunjukan manusia yang sangat suci dan tidak mudah dapat tersentuh oleh hiruk pikuk masalah duniawi yang mengarah pada hal-hal yang negative atau mengarah kepada hal yang buruk. Tari topeng panji ini terkadang sedikit membosankan karena waktunya yang sangat lama dan gerakannya yang tidak banyak dan sangat sederhana hanya Gerakan “ adeg-adeg ”  tapi... jangan salah loh, tari topeng Panji ini justru memiliki makna yang sangat dalam jika kita mampu memahaminya.
2. Topeng Samba
Topeng Samba ( Saban Dina ) atau yang memiliki arti menyembah atau ibadah setiap hari. Untuk jenis topeng samba ini, kehidupan masyarakat Cirebon ini digambarkan memasuki fase biologis anak-anak yaitu kelincahan. Ini terlihat dari tarian pada Topeng samba yang menunjukan tanda-tanda dari keceriaan dan selalu hidup berbahagia. Tari topeng samba ini menarikan dengan gaya yang sangat centil, lucu, genit, lincah dalam mengikuti irama musiknya dan sangat kekanak-kanakan yang menunjukan kesegaran ekspresi dari topeng samba itu sendiri, Tapi masih sangat ragu dan kurang luwes. Topeng Samba ini berwarna kuning gading agak putih bersih tetapi ada sedikit aksen atau hiasan di wajah atas seperti gambar rambut. Untuk kostum topeng samba ini berwarna hijau daun.
3. Topeng Rumyang
Topeng Rumyang ( Arum Ingkang Hyang lan Ramyang – Ramyang ) atau yang berarti sifat labil dari seseorang yang menginjak pada fase remaja dan sedang mencari jati dirinya yang sesuai tuntunan dari Tuhan dan Agama yang dianutnya.
Tari topeng tradisional yang menggunakan topeng rumyang ini menggambarkan atau simbol dari masyarakat Cirebon yang memasuki pada fase remaja atau akhil baligh yang mulai mencari jati dirinya sendiri. Topeng rumyang ini juga berwarna merah jambu yang sangat manis sebagai simbol dari keremajaan masyarakat Cirebon. Dari gerakan tari topeng rumyang ini mulai menunjukan ketegasan dan terstruktur dengan baik tetapi masih ‘ labil’ terlihat dari gerakannya yang berulang-ulang. Tari topeng ini memiliki ukiran yang sangat sederhana, dengan warna dasar pink atau merah muda.
4. Topeng Tumenggung

 Topeng Tumeggung ( Ratu Hyang Agung ) atau yang memiliki arti prinsip hidup untuk memilih dan     memilah mana yang benar atau yang salah, pemimpin yang adil dan sangat bijaksana.
Tarian topeng Tumenggung ini menggambarkan manusia yang sudah memasuki masa dewasa dan sudah menemukan jati diri yang sebenarnya. Diantara Lima Wanda babakan topeng Cirebon, topeng tumenggung merupakan satu-satunya topeng yang menggunakan atribut topi. Topeng tumenggung ini menggambarkan masyarakat Cirebon yang sudah memasuki fase dewasa dan mapan yang memiliki gerak tenang, mantap, tegas, berkepribadian, bertanggung jawab, memiliki jiwa korsa yang paripurna dan sangat dewasa. Pada struktur gerak, topeng tumenggung ini seperti bagian dari tayubdan sangat jauh berbeda dengan topeng yang lainnya, topeng yang digunakan memiliki kumis serta guratan – guratan yang berwibawa dan berwarna merah kecoklatan. Untuk kostum tari topeng tumenggung ini biasanya penari menggunakan warna baju hitam. Bila dilihat di dalam struktur kerajaan tumenggung memiliki arti sebagai patih atau panglima perang kerajaan.
5. Topeng Kelana
Topeng Kelana ( Kala Ing Kana) yang memiliki arti prinsip hidup untuk berbagi selagi kita ada.
Topeng kelana ini menggambarkan perwatakan dari  seorang raja yang memiliki hawa nafsu dan nafsu tersebut harus dikendalikan atau diarahkan pada kebaikan dan tidak membuat kerusakan. Pada fase terakhir jenis-jenis topeng ini adalah topeng kelana. Sebagian besar orang memaknai topeng kelana ini sebagai simbol kerakusan manusia dan angkara murka. Topeng kenala ini menjadi daya Tarik tersendiri untuk para seniman, budayawan dan para pengamat seni topeng. Bentuk dari topeng kelana ini adalah yang paling rumit juga banyak ikatannya diatas topen. Topeng kelana  berwarna serba merah dengan kumis tebal dan tatapan mata yang sangat tebal serta sangat gagah dan kostum penarinya biasanya menggenakan kostum berawarna merah pekat. Pada gerakannya sendiri tari topeng kelana ini lebih mengutamakan kepada mengaktualisasikan diri, agresif, enerjik dan ekspresif yang merupakan akumulasi dari semua gerakan tari topeng sebelumnya,  namun Gerakan pada tari topeng kelana ini sejatinya menggambarkan sebagai manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsu atau amarah. Bahkan ada sebuah pendapat yang mengatakan bahawa jenis topeng yang ada di tari tradisional khas Cirebon ini menjelaskan simbol sedulur papat lima pancer atau empat nafsu dalam diri manusia. Nah teman-teman, pada topeng kelana ini menjelaskan simbol dari tingkatan orang yang paripurna tapi bukan dalam konteks angkara murka, melainkan orang yang sudah sampai pada tingkat aktualisasi diri atau ekspresif.

Sekian dulu informasinya yah teman – teman semuanya ! sampai jumpa di artikel kami yang selanjutnya, mohon maaf jika ada penulisan kata atau hal – hal yang kurang berkenan lainnya  terima kasih sudah membaca artikel kami teman-teman. Sekian, Terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb

Sabtu, 14 Desember 2019

PADEPOKAN ABDUL ADJIB


                                                        PADEPOKAN ABDUL ADJIB


Assalamualaikum wr.wb, Hallo teman-teman kita balik lagi nih... kali ini kita bakal bahas salah satu sanggar yang ada di daerah Cirebon loh...
 Kita mungkin teringat nih dengan kata 'padepokan' yang bisa diartikan sebagai tempat dari perguruan seni bela diri, namun... jangan salah arti padepokan disini berarti dapat mengandung arti yaitu suatau tempat dimana berkembangnya suatu kesenian khas daerah yang bisa kita sebut sebagai kesenian tarling.
Kata tarling itu sendiri mempunyai makna atau arti yaitu gitar dan suling. Jadi tarling adalah suatu kesenian daerah kota Cirebon yang merupakan gabungan alat musik gitar dan suling pada waktu itu. dengan seirirng berjalannya waktu dan perkembangan zaman yang semakin maju, maka tarling kini menjadi gabungan antara alat musik diantaranya gitar melodi, alat musik  gitar pengiring, alat musik gitar penerus, alat musik suling, alat musik kendang, alat musik krecek, alat musik tutukan dan alat musik goong.
Nah... ditengah-tengan kota Cirebon berdirilah suatu padepokan tarling yang diberi nama PADEPOKAN ABDUL ADJIB atau yang bisa juga dikenal dengan sebutan SANGGAR PURBASARI.
Padepokan ini dibangun oleh Drs. H. Abdul Adjib (Alm)... yang mendapat bantuan dana  untuk mendirikan padepokan ini oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Ahmad Heryawan.
Paepokan abdul Adjib ini telah diresmikan pada tanggal 10 Agustus 2010oleh pariwisata Jawa Barat, dan sebelum beliau wafat Drs. H. Abdul Adjib memberikan wasiat kepada salah satu putranya yang bernama Insan S. Adjib untuk melanjutkan perjuangannya dalam melestarikan kesenian tradisional tarlingnya.
Nah... siapa sih yang tidak mengenal beliau ini Drs. Abdul Adjib ini.... beliau adalah sang maestro tarling yang menciptakan lagu WARUNG POJOK dan karya lagunya dapat dikenal diberbagai mancan negara. Beliau ini juga tidak hanya seorang pendiri padepokan Adbdul Adjib dan sang pencipta lagu warung pojok saja loh.. tapi beliau juga merupakan seorang dalang wayang dan penari topeng juga.
Pada tahun 1986 beliau Drs. H. Abdul Adjib wafat  kemudian sanggar ini diwariskan turun-temurunoleh anaknya yang bernama Ibu Baedah. beliau ini membentuk sanggar lagi yang bernama SANGGAR PURBASARI pada tahun 2005 sekitaran bulan Mei.
Nih... kita juga menyediakan informasi tentang alamat lengkap dan jam operasional Padepokan Abdul Adjib juga loh...
Alamat: Jalan sukasari Gang 4, No.30, RT 02 RW 03, Sukapura, Kejaksan, Kota Cirebon-Jawa Barat 45122, indonesia
Rating   : 5.00
Telepon : +628122143273
Jam Operasional:
Senin    : 9.00 AM - 9.00 PM
Selasa   : 9.00 AM - 9.00 PM
Rabu     : 9.00 AM - 9.00 PM
Kamis   : 9.00 AM - 9.00 PM
Jumat    : 9.00 AM - 9.00 PM
Sabtu    : 9.00 AM - 9.00 PM
Minggu : Tutup.
Teman-teman sekian dulu yah informasi yang dapat kami sampaikan, sampai jumpa di artikel kami selanjutnya! :)