Tampilkan postingan dengan label Profil sanggar purbasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil sanggar purbasari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2020

Mengenal Lebih Jauh Apa itu Tari Topeng


Indonesia adalah Negara yang kaya akan kebudayaan tradisional. Negara yang mempunyai kesenian tradisional yang sangat beragam, seperti tarian-tarian daerah. Tarian pada setiap daerah memiliki keunikan sendiri-sendiri. Salah satu tarian asli dari Indonesia yang cukup unik adalah Tari Topeng.

Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh satu penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Thomas Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java mendeskripsikan bahwa kesenian topeng Cirebon merupakan penjabaran dari cerita Panji dimana dalam satu kelompok kesenian topeng terdiri dari dalang (yang menarasikan kisahnya) dan enam orang pemuda yang mementaskannya diiringi oleh empat orang musisi gamelan.

SERBA-SERBI TARI TOPENG

1. TEMPAT PAGELARAN
Tari Topeng Cirebon pada zaman dahulu biasanya dipentaskan menggunakan tempat pagelaran yang terbuka berbentuk setengah lingkaran, misalnya di halaman rumah, di blandongan (tenda pesta) atau di bale  (panggung) dengan obor sebagai penerangannya, tetapi dengan berkembangnya zaman dan teknologi, tari Topeng Cirebon pada masa modern juga dipertunjukan di dalam gedung dengan lampu listrik sebagai tata cahayanya.

2. TUJUAN PAGELARAN
Tujuan diselenggarakan suatu pagelaran tari Topeng Cirebon secara garis besar dibagi kedalam tiga tujuan utama yaitu:

1. Pagelaran komunal, merupakan acara pagelaran yang dilaksanakan untuk kepentingan bersama masyarakat, sehingga hampir seluruh masyarakat ditempat tersebut berpartisipasi dalam pagelaran ini, acara yang dipertunjukan pun sangat spektakuler dengan adanya arak-arakan dalang, atraksi seni dan sebagainya serta digelar lebih dari satu malam, contoh dari pagelaran komunal diantaranya adalah hajatan desa, ngarot kasinoman (acara kepemudaan), ngunjungan (ziarah kubur).

2. Pagelaran individual, merupakan acara pagelaran yang dilaksanakan untuk memeriahkan hajatan perorangan, contohnya adalah pernikahan, khitanan atau khaulan (melaksanakan nazar atau janji).

3. Pagelaran bebarangan, merupakan acara pagelaran keliling kampung yang inisiatifnya datang dari dalang topeng itu sendiri,biasanya dilakukan oleh dalang topeng ke wilayah - wilayah desa yang sudah panen, wilayah desa yang ramai atau datang ke berkeliling di kota dikarenakan desanya belum panen, sedang mengalami kekeringan atau sedang sepi penduduknya.

3. STRUKTUR PAGELARAN
Struktur pagelaran dalam tari Topeng Cirebon bergantung pada kemampuan rombogan, fasilitas gong yang tersedia, jenis penyajian topeng dan lakon (cerita) yang dibawakannya. Secara umum, struktur pertunjukan tari Topeng Cirebon dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu:

1. Topeng alit, memiliki struktur yang minimalis baik dari segi dalang, peralatan, kru dan sajiannya. Jumlah rata-rata kru dalam struktur pagelaran topeng alit biasanya hanya terdiri dari lima sampai tujuh orang yang kesemuanya bersifat multi peran, dalam artian tidak hanya seorang dalang Topeng saja yang membawakan babak topeng, tetapi para wiyaganya juga ikut membantu dengan memberikan guyonan-guyonan ringan. Dialog dalam topeng alit dilakukan secara spontan berdasarkan situasi yang ada.

2. Topeng gede, memiliki struktur yang lebih besar dan baku jika dibandingkan dari penyajian topeng alit. Hal tersebut dikarenakan topeng gede merupakan bentuk penyempurnaan dari topeng alit, struktur topeng besar diantaranya, adanya musik pengiring (tetaluan) yang lengkap, adanya lima babak tarian yang berurutan seperti panji, samba, rumyang, tumenggung dan klana, adanya lakonan serta jantuk (basihat) yang diberikan pada akhir pagelaran topeng gede.

4. JENIS TARI TOPENG
Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan  yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Minakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru ,ewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini merupakan karya Nugraha Soeradiredja.

5. TOPENG PELENGKAP
Pada era sebelum tahun 70-an, menurut Ki Waryo (maestro tari Topeng Cirebon gaya Palimanan) terdapat juga topeng-topeng lainnya yang menjadi pelengkap babak dalam pagelaran tari Topeng Cirebon, mereka adalah:

1. Tembem, Patrajaya, Prasanta, Sabdapalon.
2. Pentul, Sadugawe, Nayagenggong/Gareng.
3. Sentingpraya bapaknya Jinggananom (dipercaya sebagai tokoh berdarah Tionghoa).
4. Ngabehi Subakrama ayah Tumenggung Magangdiraja.

Pada era sekitar tahun 60-70-an topeng-topeng pelengkap seperti Sentingpraya masih dipentaskan pada pagelaran dinaan (pagelaran siang) tari Topeng Cirebon, pada periode tersebut menurut Ki Waryo, babak tumenggung Mangangdiraja melawan Jinggananom akan diteruskan adegannya dengan mementaskan adegan Aki-aki perangan dimana tokohnya adalah Sentingpraya, ayah dari Jinggananom, dikarenakan Sentingpraya diwujudkan sebagai seorang tokoh berdarah Tionghoa, maka pada pagelaran tari Topeng Cirebon Sentingpraya disebut juga dengan nama Babah Sentingpraya.

6. PROSES PEWARISAN
Pada tari Topeng Cirebon, yang dimaksud proses pewarisan keahlian adalah mewariskan kemampuan dari generasi yang lebih tua kepada yang lebih muda, proses pewarisan atau pengalihan pengetahuan ini erat hubungannya dengan praktik adat istiadat dalam konteks sebuah desa dan sesuai dengan lingkungan, adat, serta kepercayaan setempat. Secara garis besar proses pewarisan keahlian dalam tari Topeng Cirebon dibagi kedalam dua metode, yakni:

1. Proses pewarisan secara tradisional, proses pengalihan pengetahuan ini biasanya tidak dilakukan melalui pembelajaran yang spesifik, melainkan melalui pengalaman sehari-hari, pengamatan, dongeng-dongeng nenek moyang. Murid dalam proses tradisional ini biasanya selalu mengikuti pagelaran tari topeng yang dilakukan oleh gurunya, sehingga ia dituntut untuk mendengarkan dan melihat apa yang dilakukan gurunya diatas panggung pagelaran, pada proses ini, murid belajar dengan cara mendengarkan, melihat dan kemudian mengembangkan sendiri pola-pola gerakan tari Topengnya miliknya.

2. Proses pewarisan secara modern, proses pengalihan pengetahuan ini biasanya dilakukan di sanggar-sanggar tari milik para dalang Topeng Cirebon, murid tidak hanya mendengarkan dan melihat gurunya mementaskan tari Topeng Cirebon saja, tetapi juga diajarkan pola-pola gerakan yang didapat gurunya secara turun temurun mulai dari kuda-kuda, gerakan tangan, tatapan wajah dan lainnya, sehingga pada proses ini bisanya memunculkan pola gerakan yang kurang lebih sama antara murid yang satu dengan yang lain di dalam satu sanggar tari.

7. PERKEMBANGAN
Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang  dan rebab merupakan ciri khas lain dari tari topeng.

Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya.

Salah satu maestro tari topeng adalah Mimi Rasinah, yang aktif menari dan mengajarkan kesenian Tari Topeng di sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah yang terletak di desa Pekandangan, indramayu. Sejak tahun 2006 Mimi Rasinah menderita lumpuh, tetapi ia masih tetap bersemangat untuk berpentas, menari dan mengajarkan tari topeng hingga akhir hayatnya, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010 pada usia 80 tahun.


Sabtu, 04 Januari 2020

Serupa Namun Tak Sama, inilah 5 Perbedaan Tari Topeng di Nusantara




Assalamuaalaikum wr.wb teman-teman semuanya!

Balik lagi nih sama saya kali ini saya akan membahas artikel tentang perbedaan tari topeng dari berbagai daerah. Oke langsung saja ya, selamat membaca!

Indonesia merupakan surga bagi budaya dan setiap jengkal dari Indonesia memiliki adat istiadat yang unik dan berbeda-beda setiap daerahnya loh!. Nah, dari adat istiadat dan budaya tersebut terurai kembali jadi ragam seni yang sangat memukau. Seni Tari adalah salah satunya. Sudah bukan rahasia lagi jika negara ini punya banyak sekali tarian yang memiliki gerakan-gerakan memukau. Terlihat sederhana tapi penuh makna.

Tari Topeng – Indonesia adalah Negara yang kaya akan kebudayaan tradisional. Negara yang mempunyai kesenian tradisional yang sangat beragam, seperti tarian-tarian daerah. Tarian pada setiap daerah memiliki keunikan sendiri-sendiri. Salah satu tarian asli dari Indonesia yang cukup unik adalah Tari Topeng.

Salah satu tari yang jadi ciri khas Indonesia adalah tari topeng. Eits, jangan salah, di antara tari-tari yang lain bisa dibilang tari topeng nusantara ini paling punya variasi yang sangat beragam. Terganung dari siapa dan dari mana sang penari berasal. Tari topeng yang berasal dari Jakarta akan jauh berbeba dengan tari topeng yang berasal dari Bali. Begitu juga tari topeng yang berasal dari Cirebon akan jauh berbeda dengan tari topeng yang berasal dari Magelang. Kekayaan itu lah yang mesti kita pelajari. Setidaknya kalau kita tak sempat belajar menari, kita bisa mengerti perbedaan-perbedaan tari topeng dari satu daerah dan daerah lain. Nah, karena itulah saya akan coba sajikan beberapa macam tari topeng nusantara dari berbagai daerah di indonesia, supaya kamu dapat membedakan tari topeng yang satu dan yang lain.

1. Tari Topeng Betawi

Kita mulai dari Ibukota Jakarta dahulu ya. Masyarakat Betawi memang memiliki kesenian tari tradisional yang cukup termasyhur di Indonesia. Selain kesenian Lenong, kesenian Tari Topeng juga masuk ke dalam list budaya unggulan orang-orang betawi. Tari Topeng Betawi biasanya dimulai dengan alunan musik yang dimainkan. Setelah itu para penari masuk dalam keadaan sudah mengenakan topeng. Topeng-topeng ini disematkan diwajah dengan cara digigit. Mereka menari sesuai dengan tema yang dibawakan. Mulai dari legenda, kritik sosial, sampai dengan kehidupan masyarakat. Tari ini memang seperti memiliki cerita.  Kini Tari Topeng Betawi banyak dipentaskan sebagai pertunjukan budaya. Keunikan dan kekayaan gerakan membuat tarian ini tetap digemari oleh masyarakat sekitar.

2. Tari Topeng Bali

Lalu kita beranjak ke pulau Dewata. Pulau seribu wisata ini juga menyimpan banyak sekali keanekaragaman budaya. Salah satunya Tari topeng Bali. Tari topeng Bali adalah salah satu daya pikat bagi provinsi yang beribukota di Denpasar itu. Nah, Tari Topeng Bali ini mirip dengan pagelaran drama, yakni ada jalan ceritanya. Meski begitu semua dilakukan dengan menggunakan gerakan. Terlebih, Tari Topeng Bali ini memang memiliki alur cerita tersendiri. Biasaya ada seorang narator yang menjabarkan tentang lakon cerita tari topeng Bali ini. Seorang yang berperan menjadi narator juga harus mengenakan topeng. Tapi ada perbedaan antara topeng yang digunakan oleh narator dengan topeng yang digunakan oleh penari, bedanya topeng yang dipakai oleh narator ini adalah topeng separuh wajah saja. Nah, Tari Topeng Bali ini dimainkan dengan menggunakan latar belakang alat musik gamelan. Penggunaan topeng dalam tarian khas Bali ini adalah sebagai wujud dari pemujaan untuk para leluhur masyarakat Bali. Setiap kali tari topeng bali ini dipentaskan, maka jaminannya adalah banyaknya penonton yang hadir untuk menikmati acara pementasan tari topeng Bali ini.

3. Tari Topeng Cirebon

Kota udang ini juga memiliki kesenian dalam bidang pementasan tarian yang menggunakan properti topeng. Bahkan bisa dibilang kesenian tari topeng menjadi tontonan budaya andalan yang ada di Kota paling timur Jawa Barat ini. Tari Topeng Cirebon memang memiliki banyak sekali variasi. Mulai dari variasi daerah sampai dengan variasi topeng. Ya, gerakan tarian topeng ini ditentukan dari topeng apa yang akan dipakai. Ada lima macam topeng yang biasanya dikenakan yaitu:  Topeng Panji, Topeng Patih, Topeng Rumiyang, Topeng Samba dan tentu saja yang paling terkenal adalah Topeng Kelana. Kelima topeng tersebut memiliki filosofinya masing-masing. Filosofi itu akan masuk pula dan memengaruhi gerakan pada tarian. Kesenian tari Topeng Cirebon juga pernah di tulis oleh Thomas Stamford Rafflesh dalam bukunya yang berjudul The History of Java.

4. Tari Topeng Magelang

Kota Magelang juga punya karya tarinya tersendiri juga, salah satunya adalah tari topeng yang menjadi bagian dari kota Magelang yang tidak bisa dilepaskan. Tari Topeng Magelang atau biasa orang menyebutnya juga Tari Topeng Ireng adalah tarian yang dilakukan dengan beramai-ramai, bisa sampai 10 orang atau lebih. Salah satu daya pikat dari tari topeng ini adalah kostum yang dipakai oleh para penari. Benar-benar di luar pakaian atau kostum Jawa. Kostum yang dipakai ini justru lebih identik dengan pakaian dari adat suku Dayak di Kalimantan. Nah, Tari Topeng Magelang ini adalah sebagai sarana hiburan bagi masyarakat sekitar. Jika tari ini sudah mulai menetas, maka keriuhan akan terjadi. Dalam tarian ini, mulut para penari akan berteriak-teriak dengan kencang. Kaki mereka para penari yang sudah disematkan benda seperti gelang akan terus dihentakkan sehingga timbul suara gemerincing yang berisik. Belum lagi tepukan tangan dari para penonton sebagai apresiasi. Tari Topeng Magelang ini memang selalu seru untuk ditonton pertunjukannya.

5. Tari Topeng Malang

Kota Apel ini juga memiliki kesenian khas tari bertopeng. Kota yang terletak di Jawa Timur ini memiliki kesenian Tari Topeng Malangan. Tari topeng ini juga memiliki alur cerita seperti halnya dengan tari topeng yang berasal dari Bali. Tapi, jika dilihat tari ini juga mirip dengan kesenian adat Jawa lain yaitu wayang orang. Ya, dalam Tari Topeng Malangan, terdapat seorang dalang yang mengatur jalan cerita. Selain itu, ada empat sesi untuk mementaskan tarian ini. Sesi pertama adalah Gending Giro. Sesi ini adalah sesi di mana alat musik seperti gamelan dimainkan. Gending giro dilakukan untuk mengundang masyarakat untuk menyaksikan. Kedua ada salam pembukaan. Sesi ini dilakukan untuk menceritakan sinopsis dari lakon yang akan dimainkan oleh para penari. Ketiga ada sesajen. Hal ini adalah ritual permohonan agar acara bisa berjalan dengan baik. Dan yang keempat adalah acara inti dari pagelaran. Meski unik dan terbilang cukup epic, Kesenian asli Malang ini kini mulai sepi pementasan dan terancam akan punah. Karena itu, sudah selayaknya sebagai masyarakat asli Indonesia kita turut melestarikan dan menjaga agar segala budaya kita dapat terus abadi.

Nah... Gimana nih teman-teman sudah tau kan perbedaannya.. terimakasih sidah membaca..

Wassalamualaikum wr.wb